Self Love 3 : Yuk ! Ubah Kebiasan Buruk Menjadi Kebiasaan Baik Untuk Lebih Produktif

- Advertisement -
- Advertisement -
- Advertisement -

Apa yang kita fikirkan dan rasakan akan mempengaruhi kesehatan mental dan fisik kita. Kesehatan mental dan fisik sangat berkesinambungan dalam mempengaruhi kebiasaan baik maupun buruk yang dilakukan setiap hari. Hal ini terjadi karena semua sistem kerja manusia baik tubuh maupun mental sangat tersinkron menjadi satu.

Secara fisiologis, Otak manusia memiliki satu sistem limbik. Sistem limbik adalah bagian otak yang sangat berperan dalam pembentukan tingkah laku emosi (marah, takut, dan dorongan seksual). Sistem limbik terdiri dari amygdala, septum, hipotalamus, thalamus dan hipokampus.

Amygdala berfungsi untuk menerima respon emosi dan memiliki peranan penting terhadap emosi serta perilaku. Rangsangan ini akan disalurkan kepada system korteks di otak yang dikirimkan dalam bentuk sinyal. Otak akan menerima sert melaksanakan rangsangan yang disampaikan bentuk kegiatan yang akan dilaksanakan hari itu.

Challenge 21 Hari Ubah Kebiasaan Baru

Manusia memang memiliki satu kebiasaan yang sulit dirubah, hal ini sudah diteliti oleh para ahli. Manusia hanya butuh waktu setidaknya 21 hari untuk mengubah kebiasaan buruk menjadi kebiasaan baru.

Artinya mengubah kebiasaan paling sulit ialah hari pertama hingga hari ke-21. Hari selanjutnya habit sudah akan terbentuk menjadi pola perilaku tertentu. Bagaimana caranya untuk mengubah kebiasaan buruk itu ? agar kita tidak terjebak dalam prokrastinasi.

1. Gentle touch
Gentle touch adalah menyentuh, memeluk dan meraba diri sendiri. Gentle touch bisa membuat diri kita hadir sepenuhnya terhadap apa yang hendak kita lakukan. Gentle touch dapat digantikan dengan berbagai perangkat seperti mempersiapkan self care box.
Self care box merupakan kotak berisi benda-benda yang dibutuhkan untuk melakukan self-care. Biasanya bisa berupa jurnal, buku, mainan dan lainnya. Benda-benda ini bisa dipegang, diremet-remet, bahkan disentuh.

Gentle touch ini sangat bermanfaat sebagai pengingat bahwa kita perlu mencintai diri kita. Gentle touch dapat membantu kita mencapai set goals terhadap diri sendiri.
ini adalah bagian dari self love kita dan ketika kita menundanya artinya kita sedang tidak berbelas kasih.

2. Vokalisasi
Vokalisasi merupakan visualisasi dengan cara membayangkan kemudian diucapkan. Kenapa sih aku harus lulus skripsi? Apa sih tujuannya?. Dengan cara seperti ini, akan memacu diri kita lebih giat lagi dalam mencapai kebiasan-kebiasan baru kita sesuai dengan set goals yang sudah dirancang.

4. Realistis
Goals yang dibuat harus realistis. Kita perlu memahami kapasitas diri kita, agar semua goals yang dirancang dapat tercapai dan digapai dengan baik. Contoh dalam waktu satu hari, ingin menyelesaikan skripsi padahal itu tidak mungkin. Artinya kamu tidak sayang terhadap diri sndiri dan tidak realistis dalam membuat sebuah target. Sehingga buatlah target se-realistis mungkin.

5. Konsisten
Konsistensi sangat diperlukan dalam segala hal kebiasaan kita, walaupun belum mencapai 100%, yang terpenting 50% saja asalkan dilakukan setiap hari terus menerus dan bisa menjadi satu perubahan positif untuk kamu.

6. Sabar dan buat support system
Sabar sangat diperlukan dalam masa-masa kita menyelesaikan skripsi. Selain itu, kita juga perlu adanya support system untuk mendukung diri kita. Ketika sedang dilanda keterpurukan, sampaikan semua keluh kesah yang kita rasakan kepada orang disekitar kita yang kita anggap sebagai support system.

Bukti self love itu bukan berarti memaklumi diri kita bermalas-malasan, mengubah kebiasaan baik dengan tujuan yang baik untuk diri kita adalah cara kita menyayangi dirikita.

- Advertisement -
- Advertisement -
Dany Pradana
Dany Pradanahttps://zulletin.com/
Ordinary Man with BIG DREAMS
Artikel Terbaru
- Advertisement -
Artikel Terkait
- Advertisement -

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisement -